- Home
- Uncategorized
- Wamenbud Giring Apresiasi Pameran TATAH 2026
Wamenbud Giring Apresiasi Pameran TATAH 2026
JAKARTA – Pameran Seni Ukir TATAH 2026: Suluk – Sulur – Jepara mendapat perhatian langsung dari Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia saat melakukan kunjungan ke Museum Nasional Indonesia pada Senin, 18 Mei 2026. Pameran ini sendiri telah dibuka untuk publik sejak 29 April 2026 dan akan berlangsung hingga 5 Juli 2026.
Dalam kunjungannya, Wamenbud menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kualitas pameran sekaligus semangat para perajin dan seniman muda Jepara yang terus menjaga tradisi seni ukir tetap hidup hingga hari ini.
Menurutnya, Pameran TATAH bukan hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi tempat untuk melihat perjalanan panjang seni ukir Jepara dari masa ke masa.

“Warga Jakarta yang sedang libur, atau yang sedang tidak libur juga, kalau sempat wajib hadir di Pameran TATAH. Bagus banget,” ujarnya.
Ia menilai pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana perkembangan seni ukir Jepara, mulai dari akar tradisi hingga bagaimana generasi muda saat ini berupaya mempertahankan identitas budaya tersebut melalui pendekatan yang lebih relevan dengan zaman.
Dalam keterangannya, Wamenbud juga menekankan bahwa keberhasilan industri furnitur dan seni ukir Jepara yang dikenal hingga mancanegara tidak bisa dilepaskan dari peran para artisan ukir yang selama puluhan tahun menjaga kualitas dan warisan teknik ukiran.
Menurutnya, seni ukir adalah “source code” utama yang menjadi fondasi lahirnya industri kreatif Jepara.
Ia turut mengapresiasi keterlibatan banyak pihak dalam pameran ini, mulai dari maestro ukir senior, seniman muda, hingga para kurator yang dinilai berhasil menghadirkan pameran dengan narasi kuat dan penuh semangat pelestarian budaya.
Selain itu, Wamenbud menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tak benda seperti seni ukir Jepara. Ia berharap regenerasi perajin muda terus berjalan agar tradisi ini tidak berhenti di satu generasi saja.
“Saya harap pameran ini tidak hanya di tahun ini aja, tapi bisa bertahun-tahun. Anak-anak muda Jepara dan para penerus bisa terus berkomitmen melestarikan, memamerkan, dan menduniakan seni ukiran Jepara ini,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian seni ukir Jepara dalam jangka panjang.
Pameran Seni Ukir TATAH 2026 menjadi salah satu ruang penting yang mempertemukan tradisi, seni, dan generasi baru dalam satu pengalaman yang lebih dekat dengan publik. Melalui karya-karya yang dipamerkan, pengunjung tidak hanya melihat keindahan ukiran, tetapi juga memahami nilai budaya, sejarah, dan ketelatenan yang hidup di balik setiap pahatan kayu Jepara.


