Hari Kedua Tim Tatah 2026 Menyusuri Maestro Ukir Jepara

Rangkaian kunjungan lapangan Tatah 2026 di Jepara berlanjut pada hari kedua dengan agenda menyusuri jejak para maestro ukir dan perupa kayu. Kunjungan ini melibatkan tim kurator Tatah 2026.

Hari kedua menjadi ruang penting untuk melihat karya-karya personal para maestro bukan semata sebagai objek seni, melainkan sebagai hasil laku panjang, ketekunan dan pencarian artistik yang berlapis.

Menyambangi Kediaman Maestro Sukarno

Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman almarhum Sukarno di Jalan Pemuda, Jepara. Rombongan diterima oleh putra beliau, Edi, yang berbagi cerita mengenai proses, karakter dan cara berkarya sang ayah.

Kunjungan Ke Galeri Pak Sukarno Jalan Pemuda Jepara

Menurut Edi, Pak Sukarno dikenal sebagai sosok yang sangat teliti. Pada tahap awal, karya-karyanya dikerjakan tanpa amplas, mengandalkan ketepatan tatah dan kontrol tangan yang matang. Proses desain dilakukan secara mendalam, terutama dalam pengolahan perspektif, sebelum diaplikasikan ke media kayu.

Selain berkarya, Sukarno juga aktif mengajar. Kediamannya kerap menjadi ruang belajar bagi para siswa, termasuk anak-anak STM pada kala itu, yang datang untuk memahami dasar-dasar ukir secara langsung dari seorang maestro.

Berdasarkan peninjauan lapangan, tim kurator melihat langsung berbagai karya dari koleksi galeri almarhum Sukarno. Berbagai karya tersebut banyak memiliki history yang panjang dan berbagai nilai seni yang tinggi, selain itu para kurator menilai karya – karya pak Sukarno mampu merepresentasikan ketekunan, kedalaman teknik dan karakter khas karya beliau.

Warisan Maestro di Chody Art Gallery

Perjalanan berlanjut ke Chody Art Gallery, galeri milik almarhum Chody. Tim kurator disambut oleh putri beliau, Dewi, yang dengan terbuka memperlihatkan koleksi karya sang ayah.

Di galeri ini, para kurator meninjau beragam karya, mulai dari relief pewayangan, patung kayu, hingga furnitur artistik. Karya-karya tersebut memperlihatkan kekuatan figuratif, penguasaan anatomi, serta kepekaan terhadap ritme dan komposisi.

Tim Tatah Jepara 2026 Melihat Langsung Karya Maestro Chody Art Jepara

Tim kurator Tatah 2026, dibuat terpesona dengan beberapa karya dari pak Chody. 3 item yang dinilai sangat memiliki ke-khas an diungkapkan para kurator. Diantarnya yakni partisi ukir, patung karakter dan patung fauna. Karya-karya yang dinilai mampu merepresentasikan kekuatan ekspresi dan bahasa rupa maestro Chody.

“Akar 1000”: Laku Panjang Pak Zabidi

Lokasi ketiga berada di Demangan, kediaman Zabidi. Di tempat ini, tim melihat langsung sebuah karya monumental berjudul “Akar 1000”, sebuah karya yang lahir dari kegelisahan artistik dan keinginan untuk keluar dari pola ukiran yang lazim.

Zabidi menjelaskan bahwa karya ini berangkat dari sebuah tunggak kayu jati. Proses pengerjaannya dimulai sejak 2014 dan berlangsung selama bertahun-tahun, dikerjakan secara konsisten hampir setiap hari hingga mencapai bentuk yang diinginkan. Setelah bagian tunggak sudah terbentuk, dilanjutkan bagian tengah dan atas hingga memiliki bentuk yang artistik.

Karya Akar 1000 Pak Zabidi Jepara

Bagi Zabidi, “Akar 1000” bukan sekadar hasil akhir, melainkan catatan proses tentang kesabaran, ketahanan material dan dialog yang terus-menerus antara seniman dengan kayu. Akar-akar yang saling bertaut dalam karya ini menghadirkan kesan hidup, seolah merekam perjalanan waktu dan energi yang tertanam di dalamnya.

Biota Laut: Membaca Alam dari Kayu

Rangkaian kunjungan hari kedua ditutup di Sukodono, melihat karya-karya Pak Suhud yang terinspirasi dari biota laut. Berbeda dari karya-karya sebelumnya, eksplorasi Pak Suhud bergerak pada bentuk-bentuk organik yang merujuk pada kehidupan bawah laut, ikan, karang dan organisme laut lainnya.

Karya-karya ini memperlihatkan pendekatan yang lebih cair dan dinamis. Garis-garis ukir tidak kaku, melainkan mengikuti ritme alami, seolah meniru gerak air dan tubuh biota yang terus beradaptasi. Tekstur kayu diolah untuk menghadirkan kesan lapisan, gelombang dan pertumbuhan, memperkuat hubungan antara material kayu dan imajinasi tentang laut.

Biota Laut Karya Seorang Seniman Dari Jepara

Eksplorasi biota laut ini menambah spektrum narasi dalam Tatah 2026, memperlihatkan bahwa seni ukir Jepara tidak hanya berbicara tentang motif tradisional atau figur historis, tetapi juga tentang cara seniman membaca alam dan lingkungan sekitarnya sebagai sumber gagasan.

Menyusun Narasi Tatah 2026

Hari kedua kunjungan Tim Tatah 2026 menegaskan arah pameran ini sebagai ruang yang merangkum warisan maestro, proses kreatif dan eksplorasi personal para seniman Jepara. Dari ketelitian seorang guru ukir, warisan galeri keluarga, karya monumental hasil laku panjang, hingga eksplorasi biota laut, seluruhnya menjadi bagian dari upaya membangun narasi Tatah 2026 sebagai pameran pengetahuan, proses dan keberlanjutan seni ukir Jepara.

Sorotan Rekomendasi