- Home
- Uncategorized
- Profil Kurator TATAH 2026 Nurrohmad, S.Sn
Profil Kurator TATAH 2026 Nurrohmad, S.Sn
Nurrohmad, S.Sn. merupakan kurator dan penggiat seni kriya yang aktif dalam praktik kuratorial serta pengembangan wacana kriya kontemporer di Indonesia. Ia dikenal memiliki perhatian kuat pada relasi antara bahasa visual, sejarah dan pengetahuan yang hidup dalam praktik kriya Nusantara, khususnya pada medium ukir dan tradisi berbasis material.Selain itu, ia juga dikenal sebagai seniman batik. Pria kelahiran dari Desa Jambu Timur, Mlonggo ini memiliki workshop batik yang diberi nama Omah Kreatif Dongaji yang berlokasi di Yogyakarta.
Namanya mendapat perhatian luas ketika dipercaya menjabat sebagai Ketua UNDAGI 2025, sebuah pameran seni kriya nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Kriyawan Republik Indonesia (Askrina) di Galeri RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Pameran tersebut menghadirkan ratusan karya kriya dari berbagai wilayah Indonesia dan menjadi salah satu agenda penting dalam lanskap seni kriya nasional.
Selain menekankan aspek kuratorial, Nurrohmad juga memberi perhatian besar pada edukasi publik. Ia memandang pameran sebagai ruang belajar bersama, bukan hanya bagi seniman dan perajin, tetapi juga bagi masyarakat luas untuk memahami kriya sebagai praktik budaya yang terus bergerak dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Pendekatan kuratorial yang menempatkan kriya sebagai bahasa pengetahuan inilah yang kemudian menjadi relevan dalam keterlibatannya di TATAH 2026. Dalam program pameran seni ukir Jepara tersebut, Nurrohmad terlibat sebagai bagian dari tim kuratorial yang membaca seni ukir melalui jejak kreatif, sejarah panjang dan kesinambungan keahlian masyarakatnya. Ia memandang ukiran bukan sekadar ornamen, melainkan sebagai bahasa visual yang menyimpan narasi lintas generasi.
Dengan latar pengalaman kuratorial dan keterlibatan aktif dalam pameran-pameran seni kriya berskala nasional, Nurrohmad menempatkan praktik kurasi sebagai kerja intelektual yang menjembatani karya, konteks sejarah, dan publik. Perannya dalam TATAH 2026 memperkuat posisi pameran ini sebagai ruang pembacaan seni ukir Jepara secara kritis, reflektif dan berkelanjutan.


