- Home
- Uncategorized
- Tim Tatah 2026 Tinjau Progres Pengkaryaan di Jepara
Tim Tatah 2026 Tinjau Progres Pengkaryaan di Jepara
Tim kurator dan tim riset Tatah 2026 melakukan kunjungan ke Jepara pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari persiapan pameran Tatah 2026 yang akan digelar di Museum Nasional Indonesia pada April 2026.
Rombongan mengunjungi workshop Jepara Carver milik Sutrisno di Senenan untuk melihat secara langsung progres pengerjaan karya-karya ukir yang akan dipamerkan. Dalam kunjungan tersebut, tim Tatah berinteraksi intens dengan para pengrajin ukir, membahas proses kreatif, teknis pengerjaan, hingga nilai-nilai yang ingin dihadirkan dalam karya.

Menyaksikan Proses, Bukan Sekadar Hasil
Kunjungan ini menegaskan pendekatan Tatah 2026 yang tidak hanya berfokus pada artefak akhir, tetapi juga pada proses kreatif para pengrajin. Tim kurator memberikan sejumlah masukan agar pengerjaan karya tetap selaras dengan konsep besar “Suluk – Sulur – Jepara”, sekaligus menjaga kualitas artistik dan kedalaman makna.
Menurut Dr. Suwarno Wisetrotomo, pameran Tatah 2026 dirancang sebagai pameran yang istimewa karena tidak hanya menampilkan artefak, tetapi juga berbagai lapisan proses yang melahirkan karya.
“Ini pameran yang spesial karena tidak hanya artefak, tetapi berbagai proses juga ditampilkan. Yang penting sekarang fokus pada proses kreatif, materi karya dan persiapan timeline pameran,” ujarnya dalam diskusi.

Pameran Direncanakan Tiga Bulan, Tantangan dan Peluang
Dalam forum pembahasan bersama, perwakilan dari HIMKI yakni Nanis menyampaikan bahwa sempat ada permintaan dari pihak Museum Nasional agar pameran dimajukan ke Maret. Namun, setelah diskusi, diputuskan pada April 2026 menjadi waktu final pameran.
Durasi pameran direncakan selama tiga bulan dinilai sebagai keputusan strategis yang membuka peluang besar, sekaligus tantangan.
“Pameran tiga bulan ini luar biasa. Untuk itu, selama tiga bulan itu mau diisi dengan apa saja? Harus ada kemasan dan agenda pendukung, untuk itu kami sedang merusmuskan itu semua,” kata Suwarno menambahkan.
Agenda pendukung seperti diskusi publik, pemutaran video, hingga program edukasi dinilai perlu dirancang sejak awal agar pameran tetap hidup sepanjang durasi.

Kolaborasi Lintas Pihak
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Ketua dan perwakilan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor antara kurator, peneliti, pengrajin, pelaku industri dan pemerintah kabupaten Jepara. Program Tatah 2026 juga melibatkan Komunitas Rumah Kartini dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( DISPERINDAG Kabupaten Jepara.
Tim kurator Tatah 2026 yang hadir dalam kunjungan ini antara lain Nano Warsono, Dr. Suwarno Wisetrotomo, dan Nurrohmad. Sementara tim riset yang terlibat termasuk Dr. Arif Akhyat, Dr. Akhmad Nizam, M.Sn., dan anggota tim lainnya.
Menuju Tatah 2026
Kunjungan lapangan dan diskusi intensif ini menjadi penanda bahwa persiapan Tatah 2026 memasuki fase penting. Dengan lokasi pameran yang telah dipastikan di Museum Nasional Indonesia dan durasi pameran yang panjang, Tatah 2026 diarahkan bukan sekadar sebagai pameran artefak, melainkan sebagai ruang pengetahuan, proses dan dialog budaya Jepara untuk Indonesia.


