Menerjemahkan Naskah Belanda untuk Pelestarian Seni Ukir Jepara

Sejarah seni ukir Jepara selama ini sering kali hanya dipahami sebatas komoditas mebel dan kerajinan fungsional. Namun, proses riset mendalam yang dilakukan menjelang Pameran Tatah 2026 berhasil mengungkap fakta-fakta sejarah yang mematahkan pemahaman konvensional tersebut.

Melalui penelusuran arsip kolonial Belanda dari abad ke-18 dan ke-19, Tim Riset Sejarah Tatah 2026 menemukan bukti bahwa pamor seniman ukir Jepara telah mendunia jauh sebelum era modern. Daniel Frits Maurits Tangkilisan, salah satu anggota tim riset yang bertugas menerjemahkan arsip-arsip berbahasa Belanda, membagikan temuan mengejutkan yang tidak banyak tertulis dalam buku teks (textbook) sejarah pada umumnya.

Menerjemahkan Naskah Belanda Untuk Pelestarian Seni Ukir Jepara

Pengukir di Era Kartini Ke Batavia

Salah satu temuan paling menarik adalah kisah dari era R.A. Kartini. Dalam satu periode sejarah, Kartini ternyata pernah mengalami kendala untuk mencari tenaga pengukir di Jepara. Mengapa hal ini bisa terjadi di sebuah kota yang dikenal sebagai pusatnya seni ukir?

“Ternyata banyak sekali tenaga pengukir Jepara yang diserap dan dibawa ke Batavia (kini Jakarta) untuk membuat sebuah ruangan yang bernama Indische Zaal,” ungkap Daniel. Mahakarya berupa ruangan khusus yang sarat dengan ukiran Jepara tersebut tidak berhenti di Batavia saja, melainkan pernah berada di dalam Istana Kerajaan Belanda.

Fakta sejarah ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa kualitas dan keindahan seni ukir Jepara telah diakui secara internasional sejak berabad-abad lampau. Karya para pengukir Jepara pada masa itu bukan sekadar hiasan rumah biasa, melainkan mahakarya yang layak bersanding di istana kerajaan Eropa.

Memperkuat Narasi Pameran Tatah 2026

Temuan-temuan berupa arsip tulisan maupun foto-foto kuno ini tidak hanya menjadi catatan di atas kertas. Hasil riset ini dikomunikasikan secara intens dengan para kurator untuk menjadi fondasi penciptaan karya-karya yang akan ditampilkan dalam Pameran Tatah 2026.

Melalui pameran ini, publik akan diajak untuk melihat kembali sejarah panjang seni ukir Jepara, tidak hanya sebagai warisan kriya, tetapi juga sebagai jejak peradaban yang bernilai tinggi di mata dunia.

Sorotan Rekomendasi